Kesehatan

Tanda Dan Gelaja Terjadinya Usus Buntu Pecah

Penyakit usus buntu yaitu peradangan yang terjadi pada apendiks atau usus buntu. Saat menderita radang usus buntu, penderita akan merasa nyeri di perut kanan bagian bawah. Meskipun setiap orang bisa mengalami usus buntu, tetapi penyakit ini sering terjadi di usia antara 10-30 tahun.

Menurut Dr. Nadia Nurotul Fuadah komplikasi yang bisa terjadi karena radang usus buntu yang tidak ditangangi adekuat yaitu pecahnya usus buntu. Usus buntu yang pecah dapat menyebabkan tersebarnya bakteri, nanah, dan jaringan mati di dalam usus buntu menjadi menyebar ke rongga perut dan peritoneum sehingga menyebabkan radang selaput rongga perut.

Usus buntu pecah memiliki gejala dan tanda tersendiri, berikut gejala dan tanda usus buntu pecah:

  1. Sakit perut yang tidak bisa ditahan

Rasa sakit yang disebabkan oleh usus buntu biasanya membentang dari sisi kanan bawah perut. Walaupun tidak selalu berarti usus buntu pecah. Anda perlu melakukan tes pencitraan, seperti CT Scan untuk memastikan.

Seseorang mengalami sakit perut semakin parah biasanya salah satu tanda usus buntu akan pecah. Terlebih saat melakukan seperti hal-hal batuk, berjalan, atau melewati posisi tidur di dalam mobil, seluruh dinding perut akan meradang.

  1. Demam

Demam sering terjadi pada orang yang usus buntunya pecah. Dikarenakan respons kekebalan tubuh yang normal biasanya terjadi saat berusaha mengurangi bakteri yang menyerang tubuh atau sedang melawan infeksi. Gejala deman ini biasanya mencapai lebih dari 38.3 derajat celsius, adanya peningkatan denyut jantung, dan menggigil.

  1. Tidak nafsu makan, muntah, dan mual

Terkadang radang usus buntu berdampak pada sistem saraf dan pencernaan, sehingga menyebabkan mual dan muntah. Ketika Anda tidak nafsu makan, berarti sistem pencernaan tidak beres.

  1. Gelisah atau linglung

Jika Anda mengalami diseorientasi yang disertai gejala dan tanda usus buntu lainnya, mungkin usus buntu semakin parah. Usus buntu infeksi diakibatkan bakteri sudah masuk peredaran darah yang menyebabkan keracunan darah atau sepsis.

Sepsis sendiri terjadi karena zat kimia dari sistem imun tubuh yang masuk ke dalam pembuluh darah untuk melawan infeksi memicu peradangan di dalam tubuh. Otak tidak bisa berfungsi dengan normal disebabkan infeksi semakin buruk dan menghabiskan oksigen.

  1. Sering buang air kecil

Letak kandung kemih cukup dekat posisinya dengan usus buntu. Saat kandung kemih bersinggungan dengan usus buntu yang meradang, kandung kemih juga ikut meradang. Oleh sebab itu, Anda akan sering buang air kecil dan mungkin akan terasa menyakitkan.

Setelah gejala-gejala awal usus buntu muncul, pecahnya usus buntu terjadi 24 jam pertama.  Gejala risiko akan semakin meningkat pada 48-72 jam setelah gajala. Rasa sakit yang samar di sekitar pusar biasanya tanda pertama usus buntu pecah. Dalam beberapa kasus beberapa pasien pengalami sakit perut, perut bengkak, atau bahkan sembelit. Bakteri yang normal di usus akan mulai berkembang biak dengan cepat saat usus mulai terinfeksi.

Biasanya infeksi ini dapat mengakibatkan tekanan pada usus meningkat tajam. Sehingga darah yang mengalir melalui dingdin organ akan menurun dan jaringan pada usus akan mati secara perlahan dan kekurangan darah. Proses akan terus berlanjut sampai dinding otot usus menjadi sangat tipis dan akhirnya pecah.

Di atas uraian lengkap gejala usus buntu pecah. Jika Anda mengalami gejala yang dipaparkan, silakan periksakan diri Anda agar tidak terjadi hal lebih buruk lagi.

Read More